bab 4 PETA PERONOMIAN

Peta Perekonomian Indonesia

1.   Kondisi Geografis Indonesia
Letak geografis yakni letak suatu daerah atau wilayah yang berada di permukaan bumi berdasarkan tempat sekitarnya/batas-batas wilayahnya. Menurut letak geografisnya, Indonesia terletak di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, dimana terbentang  kepulauan Indonesia di antara Benua Asia dan Benua Australia. Letak dan banyaknya pulau di Indonesia seharusnya dapat menjadi kekuatan dan kesempatan. Kekuatan dan kesempatan itu dapat diraih jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya bisa diolah dengan baik serta meng-implementasikan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat banyak. Melalui kemampuan menggali dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk yang dapat dikembangkan untuk komoditi perdagangan, baik untuk sektor lokal maupun untuk sektor internasional. Keindahan dan keanekaragaman budaya kepulauan di Indonesia dapat menjadi sumber pendapatan negara yang tertinggi lewat sektor industri pariwisata.
Berikut tempat wisata yang menjadi tumpuan masyarakat Indonesia dalam meraih pendapatan, hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis Indonesia yang mumpuni:
A. Pulau Komodo
Pulau Komodo terletak di Nusa Tenggara Barat,yaitu bagian timur Indonesia. Binatang yang tercatat sebagai reptil terbesar, bernama Komodo, berada di pulau ini. Tempat ini merupakan lokasi wisata yang bagus bagi wisatawan yang ingin merasakan petualangan alam dengan melihat Komodo.

Komodo ini biasa disebut wisatawan asing sebagai The Real Life Dragons.Bentuk permukaan pulau Komodo juga unik, ada padang gurun, rumput, maupun perbukitan. Sekitar 1200 spesies komodo hidup di pulau ini.

B. Tangkuban Perahu
Salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia.Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung,dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter.Bentuk gunung ini adalah Maar atau perisai yang telah meletus 400 tahun lalu.
C. Pantai Pangandaran
            Pantai Indah Pangandaran adalah salah satu objek wisata pantai di Jawa Barat.Pantai ini terletak di Desa Pananjung,Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis.
·         Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman
·         Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih dan juga tersedia tim penyelamat wisata pantai
·          Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona
Banyak event unik yang berada di Pangandaran, salah satunya adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.
D. Pulau Bunaken
Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia.

Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektar, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.

E. Pantai Senggigi
Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali.

Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah ditengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.

F. Danau Toba
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran luas 100km x 30km di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
G. Kuta (Bali)
Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah destinasi turis mancanegara yang sangat termasyhur. Di Kuta sendiri banyak terdapat pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai Sunset Beach atau pantai matahari terbenam sebagai lawan dari pantai Sanur. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.
Selain kekuatan dan kesempatan Indonesia juga dapat memperoleh kelemahan dan ancaman di bidang ekonomi yang disebabkan oleh beberapa hal yaitu masih banyaknya sebagian masyarakat Indonesia yang hanya menikmati sedikit kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Selain itu masih banyak pihak luar yang secara ilegal mengambil kekayaan alam Indonesia di berbagai kepulauan, yang secara geografis memang sulit untuk dilakukan pengawasan seperti biasa. Dengan demikian dituntut koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengamankan kepulauan Indonesia tersebut dan pihak-pihak yang tidak berhak mendapatkannya. Di pihak lain, banyak dan luasnya pulau menuntut suatu bentuk perencanaan dan strategi pembangunan yang cocok dengan keadaan geografis Indonesia tersebut. Strategi berwawasan ruang yang diterapkan pemerintah tampaknya sudah cukup tepat untuk mengatasi masalah ini.
Berikut kasus dimana Indonesia merugi karena letak geografis yang tidak diawasi dengan baik:

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan Indonesia rugi Rp 9,4 triliun tiap tahun akibat praktek pencurian ikan di perairan Indonesia. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) Syahrin Abdurrahman mengatakan, wilayah laut di Indonesia yang rawan penangkapan ikan ilegal adalah Laut Natuna, Laut Arafuru, dan wilayah Utara Sulawesi.
“Karena itulah saat ini kami berfokus mengawasi tiga wilayah perairan itu. Tapi bukan berarti kami mengabaikan wilayah-wilayah perairan lain di Indonesia. Semua tetap kami awasi sesuai kemampuan,” tutur Syahrin dalam jumpa wartawan, di kantornya hari ini (12/4).

Sepanjang 2010, Kementerian Kelautan telah menangkap 140 kapal asing yang masuk ke perairan Indonesia secara ilegal. Dari jumlah tersebut, hanya 34 kapal yang masih dalam kondisi siap pakai, sisanya sudah dalam kondisi rusak berat dan tenggelam.

“Tapi sampai sekarang ke-34 kapal itu status di pengadilan belum inkrachtkarena masih dalam penyidikan,” ujarnya. Kebanyakan pencurian ikan dilakukan oleh negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina.

Sedangkan sejak Januari hingga April tahun ini, sudah ada 13 kapal ilegal asing yang tertangkap. Kasus penangkapan kapal ilegal terbaru terjadi pada Kamis (7/4) lalu di perairan Selat Malaka yang dilakukan oleh 2 kapal berbendera Malaysia di Zona Ekonomi Ekslusif dengan jumlah anak buah kapal 10 orang asal Thailand per kapal.

“Penangkapan ini hasil operasi kami bersama Badan Koordinator Keamanan Laut. Karena wilayah ZEE Indonesia berdasarkan peta laut nomor 353 tahun 2005, dan mereka melanggarnya,” kata Syahrin.

Dua kapal itu ditangkap karena memasuki ZEE Indonesia, menangkap ikan tanpa izin, dan menangkap ikan menggunakan alat tangkap trawl yang dilarang digunakan. “Trawl dilarang karena bisa merusak lingkungan dan bisa membunuh ikan-ikan kecil yang ada di laut. Ini tidak elok,” tuturnya.

Indonesia hanya memiliki 24 kapal pengawas di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, hanya 17 kapal yang dilengkapi dengan persenjataan standar. Karena itulah, dua kapal yang baru ditangkap oleh kementerian diusahakan bisa menjadi kapal hibah yang nantinya bisa digunakan sebagai kapal patroli.

“Kami sedang upayakan bisa memodifikasi kapal ikan yang ditangkap itu jadi kapal patroli. Tapi masih dalam kajian karena kapal itu ukurannya sekitar 68 GT(gross ton), dan masih dalam penyidikan di Belawan,” ungkapnya.

Yorfatrik, Direktur Kapal Pengawas Ditjen PSDKP menyebutkan saat ini ikan tangkapan yang berada dalam kapal ilegal tersebut belum dapat dihitung jumlah tonasenya, sebab masih diproses di pengadilan. “Tapi ikan-ikan itu masih terjamin kesegarannya karena disimpan dalam cold storage,” katanya dalam kesempatan sama.

Masalah perbatasan laut memang seringkali menjadi alasan maraknya praktik pencurian ikan. Yorfatrik menyebutkan, setidaknya Indonesia masih ada masalah perbatasan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Singapura, dan Timor Leste.

“Pemerintah Indonesia lebih mendahulukan menyelesaikan wilayah-wilayah perbatasan darat, barulah perbatasan udara dan laut,” ujarnya.

Ke depan Kementerian akan meningkatkan pengawasannya melalui peningkatan koordinasi dengan lintas penegak hukum di laut, meningkatkan peran serta masyarakat, dan memperkuat kelembagaan pengawasan SDKP di daerah.

“Bakorkamla saat ini juga melakukan patroli rutin di wilayah Barat termasuk Selat Malaka, yang dibantu kapal KKP, Polri, dan dari Perhubungan,” kata Syahrin.

Indonesia memiliki iklim tropis basah yang disebabkan oleh angin muson barat dan muson timur. Iklim yang dimiliki ini menjadikan Indonesia cuma melewati dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Kondisi iklim ini menjadikan beberapa produk dari hasil bumi ataupun dari industri bersifat sangat spesifik. Dengan ini dibutuhkan upaya untuk memanfaatkan keunikan produk Indonesia tersebut guna mendapatkan porsi besar di pasar lokal maupun dunia.
Indonesia adalah negara yang dengan kekayaan bahan tambang dan sejarah telah mencatat     bahwa salah satu jenis tambang kita yaitu minyak bumi pernah menjadikan Negara
Indonesia meraih dana sangat besar untuk pembangunan, sehingga pada saat itu pemerintah berani menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,5 % ( masa Repelita II ). Meski kini minyak bumi tak lagi menjadi primadona dan andalan dalam komoditi ekspor Indonesia, namun Indonesia masih banyak mempunyai hasil tambang yang dapat memegang peran sebagai salah satu sumber terbesar untuk devisa negara menggantikan minyak bumi. Selain minyak bumi, Indonesia juga mempunyai hasil tambang lainnya seperti bijih besi, timah, tembaga, batu bara, gas bumi dan masih banyak lainnya.
Bukti Indonesia sebagai negara dengan hasil tambang yang dapat diandalkan:
Lahir di bumi pertiwi Indonesia merupakan keberuntungan yang sangat luar biasa. Di negeri beribu pulau ini, tersembunyi banyak kekayaan yang sangat besar jumlah dan nilainya. Di muka Bumi yang terletak di Asia Tenggara ini, terhampar tanah yang senantiasa subur pada  sepanjang tahun, hutan yang sangat lebat dan tidak terhitung keanekaragaman flora dan fauna. Di perut buminya, jutaan bahkan milyaran bahan tambang tertanam, baik yang sudah di eksplorasi, eksploitasi maupun yang masih belum tersentuh sedikitpun.
Kegiatan pertambangan merupakan kombinasi dari eksplorasi (pencarian barang tambang), eksploitasi (pengambilan barang tambang), pemurnian dan kegiatan pasca pertambangan. Barang tambang merupakan kekayaan yang tidak dapat diperbarui. Kekayaan ini tersebar di pulau-pulau Indonesia dan seharusnya bisa menyejahterakan orang yang hidup di atasnya. Tidak dapat diperbarui karena barang tambang ini bila kita ambil terus-menerus, tidak akan kembali seperti semula atau akan habis. Dalam APBN, sektor pertambangan merupakan penyumbang devisa yang lumayan besar setiap tahunnya.
Kekayaan Tambang Bumi Indonesia
Batubara merupakan barang tambang yang sampai sekarang merupakan primadona sumber devisa Indonesia. Bagaimana tidak, Indonesia merupakan negara nomor satu terbesar pengekspor batubara di dunia mengalahkan Amerika Serikat, China dan India, dan hanya kalah dari Australia. Sebetulnya, keadaan ini membuat kita miris. Bila kita melihat dalam kacamata dunia, cadangan batubara Indonesia hanya sebesar 0.6% cadangan batubara dunia. Bagaimana mungkin, negara dengan potensi batubara yang hanya kurang sari satu persen ini, menjadi eksportir terbesar kedua di dunia.
Negara
Cadangan (Mt)
Produksi (Mt)
Eksport (Mt)
China
62.200
2831
USA
108.501
849
34
India
56.100
509
Indonesia
1.520
373
309
Australia
37.100
199
144
Russia
49.088
178
110
Kazakhstan
21.500
98
33
Sumber: World Coal Index 2012, batubara berjenis steam coal.
Keresahan ini sungguh beralasan. Bila kita tidak memikirkannya, maka 20 tahun lagi mungkin kita akan menjadi need importir batubara. Cadangan kita akan habis dan energi yang dibutuhkan negara ini tidak tahu dari mana supply-nya.
Hamparan timah di pulau Bangka dan Belitung juga merupakan kekayaan yang tidak terhingga. Nikel di pulau Sulawesi juga tidak terhingga jumlahnya. Berkubik-kubik batubara di pulau Kalimantan, apalagi berton-ton pasir besi di pantai selatan Sumatera, Jawa dan Lombok belum termanfaatkan dengan benar. Semua barang itu memerlukan pengelolaan yang benar. Tanpa pengelolaan yang benar, bukan untung, tapi buntung yang kita dapat.

 

Wilayah Indonesia yang menempati posisi sangat strategis yaitu terletak diantara dua benua dan dua samudra dengan segala perkembangannya. Sejak sebelum kemerdekaan-pun Indonesia telah menjadi tempat singgah dan transaksi antar kedua benua dan benua-benua lainnya. Dengan letak yang sangat strategis tersebut kita harus dapat memanfaatkannya sehingga lalu lintas ekonomi yang terjadi menghasilkan sesuatu yang positif bagi kegiatan  perekonomian di Indonesia. Hal yang harus diwujudkan tentunya adalah kelengkapan sarana telekomunikasi, perdagangan, pelabuhan laut, udara, serta infrastruktur lainnya. Andai saja kita dapat mengelola dengan baik, Batam sebagai wilayah yang paling berpotensi sebagai pusat transaksi barang dagang di Asia akan menjadi salah satu tempat paling berpengaruh dalam beberapa tahun ke depan.
2.   Mata Pencaharian Masyarakat Indonesia
Indonesia adalah negara agraris dimana persentase terbesar penduduknya tinggal di daerah pedesaan dan hanya persentase kecil saja yang menetap di daerah perkotaan. Hal ini menjadi cerminan bahwa sebagian besar penduduk Indonesia mata pencaharian pokoknya adalah bertani yang meliputi: perkebunan, pertanian, peternakan, perburuan, kehutanan  dan perikanan. Hal ini terlihat juga dalam keseluruhan Produksi Domestik Bruto (PDB) dimana sektor pertanian memegang peranan yang paling besar apabila dibandingkan dengan sektor lainnya di luar sektor pertanian terhadap keseluruhan nilai PDB. Yang perlu diwaspadai dalam sektor pertanian ini adalah kenyataan bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak mempunyai nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak bisa menyaingi komoditi yang dihasilkan sektor industri sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang bermata pencaharian di sektor pertanian (desa) semakin tertinggal oleh rekannya yang bekerja dan mempunyai jaringan dan fasilitas di sektor industri (kota).
Penduduk Indonesia sebagian besar pencaharian pokoknya adalah bertani dikarenakan Indonesia tanahnya subur dan sebagian besar dari masyarakat bertempat tinggal di pedesaan. Mereka memilih bertani karena lahan yang subur menjanjikan sehingga apa yang tanam akan tumbuh dengan baik pada musim yang tepat.
Penduduk 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2004 – 2012
No.
Lapangan Pekerjaan Utama
2011
 
Februari
Agustus
 
 
1
Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan
 42,475,329
 39,328,915
2
Pertambangan dan Penggalian
 1,352,219
 1,465,376
3
Industri
 13,696,024
 14,542,081
4
Listrik, Gas dan Air
                       257
                       240
5
Konstruksi
 5,591,084
 6,339,811
6
Perdagangan, Rumah Makan dan Jasa Akomodasi
 23,239,792
 23,396,537
7
Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi
 5,585,124
 5,078,822
8
Lembaga Keuangan, Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan
 2,058,968
 2,633,362
9
Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan
 17,025,934
 16,645,859
10
Lainnya
Total
 111,281,744
 109,670,399
3.   Sumber Daya Manusia
Sebagai salah satu negara yang masih berkembang, Indonesia memang diterpa masalah kualitas sumber daya manusia, antara lain:
·   Pertumbuhan penduduk cenderung tinggi
·   Penyebaran yang masih kurang merata sehingga penduduk belum mengelola beberapa tempat yang berpotensi dapat memberikan penghasilan yang jauh lebih baik.
·   Kurang setaranya komposisi dan struktur umur penduduk, yang ditandai dengan besarnya jumlah penduduk yang berusia muda serta mutu penduduk yang masih relatif rendah dan belum ada peningkatan signifikan.
Pertumbuhan penduduk dengan angka yang tinggi akan menimbulkan banyak masalah bagi negara, jika tidak diikuti dengan peningkatan produksi dan efisiensi di bidang lainnya.  Adapun tindakan-tindakan yang dapat dan telah dilakukan pemerintah yakni :
·    Meningkatkan mutu sumber daya manusia (melalui pendidikan formal maupun informal)  yang telah ada, sehingga bisa membantu dalam hal peningkatan produktifitas untuk mengimbangi laju pertumbuhan penduduknya.
·     Melaksanakan program keluarga berencana. Dengan program ini diharapkan laju pertumbuhan bisa terkendali. Dengan program ini pula, pemerintah ingin menjelaskan dan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa memiliki banyak anak akan memberi  konsekuensi ekonomis yang lebih berat.
Penyebaran penduduk yang tidak merata membuat kekuatan ekonomi antar pulau menjadi tidak setara. Akibat lanjutnya adalah terjadinya ketimpangan daerah miskin dan daerah kaya. Daerah yang tampak menguntungkan (khususnya Pulau Jawa) akan menjadi serbuan dan perpindahan penduduk dari daerah lainnya.
Tidak seimbangnya beban penduduk antara daerah itu akan berdampak terpusatnya modal di daerah tertentu saja. Dampak lainnya adalah mengumpulnya tenaga kerja di Pulau Jawa sehingga persaingan tenaga kerja (Penawaran) menjadi sangat tinggi. Rendahnya tingkat upah akan berakibat timbulnya kesengsaraan dan pengangguran dan tentu saja masalah kriminalitas akan semakin menggejala. Maka secara tidak langsung kondisi ini akan menyebabkan turunnya pertumbuhan industri dan secara otomatis akan menghambat pertumbuhan ekonomi secara nasional. Tindakan yang dapat dan telah dilakukan pemerintah adalah:
1)   Penyelenggaraan program transmigrasi, sehingga akan terjadi pemerataan sumber daya ke daerah-daerah yang masih membutuhkan. Dengan program ini diharapkan para peserta transmigran dapat meninggalkan ketidak-produktif-an mereka, justru mereka mempunyai kesempatan memperbaiki ekonomi mereka dengan mengembangkan daerah baru yang mereka tempati.
2)   Memperbaiki dan menciptakan lapangan-lapangan kerja baru di daerah-daerah tertinggi sehingga penduduk sekitar tidak perlu ke kota atau ke Pulau Jawa untuk bisa bekerja. Dengan demikian arus urbanisasi dari desa ke kota, dari luar ke pulau jawa dapapt di kurangi.
Komposisi pendudukan yang tidak seimbang dapat menimbulkan proses regenerasi kegiatan produksi menjadi tidak lancar. Dengan demikian perlu dilakukan tindakan secepatnya untuk membekali dan mempersiapkan tenaga-tenaga kerja muda di Indonesia dengan pendidikan formal maupun informal, dengan ketrampilan dan pengetahuan yang sifatnya mendesak.
Langkah-langkah yang akan dan telah di tempuh pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah :
·   Meninjau kembali sitem pendidikan di Indonesia yang masih bersifat umum (general), untuk dapat lebih disesuaikan dengan disiplin ilmu khusus yang lebih sesuai dengan tuntutan pembangunan.
·    Menciptakan sarana dan prasarananya pendidikan yang lebih mendukung langkah pertama.
Adapun sasaran kebijaksanaan tenaga kerja di Indonesia meliputi hal-hal berikut :
1)   Memperluas lapangan kerja untuk dapat menyerap pertambahan angkatan kerja baru dan mengurangi tingkat pengangguran,
2)   Membina angkatan kerja baru yang memasuki pasar melalui latihan ketrampilan untuk berusaha sendiri maupun untuk mengisi lapangan kerja yang tersedia.
3)   Membina dan melindungi para pekerja melalui mekanisme hubungan kerja yang di jiwai oleh Pancasila dan UUD 1945 (Hubungan Industrial Pancasila), memperbaiki kondisi-kondisi dan lingkungan kerja agar sehat dan aman serta meningkatkan kesejahteraan pekerja.
4)   Meningkatkan peranan pasar kerja, agar penyaluran, penyebaran dan pemanfaatan tenaga kerja dapat menunjang kegiatan pembangunan.
5)   Memperlambat lajunya pertumbuhan penduduk dan meningkatkan mutu tenaga kerja melalui usaha pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari perencanaan tenaga kerja terpadu,
4.   Investasi
Investasi sangat penting dalam pembangunan infrastruktur baik berupa dana maupun tenaga ahli.
Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting.
Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk mengharapkan dana investasi dari masyarakat, perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan. Upaya-upaya tersebut adalah :
·      Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas, sehingga sacara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri
·      Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas
·      Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penanam modal asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia
·      Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktifitas

Sumber :

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s